Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan, kini kaum perempuan mulai mau berolahraga selama hamil. Dokter menyarankan supaya pasien yang kurang gerak sebelum hamil untuk memulai berolahraga ringan selama hamil. Adapun manfaat olahraga selama kehamilan yaitu :

-Meningkatkan stamina ibu sehingga secara tidak langsung turut pula menjaga kesehatan anak yang akan dilahirkan.
-Meningkatkan keberhasilan persalinan normal melalui vagina yang berkaitan dengan meningkatnya kebugaran (jantung dan paru) serta ketahanan fisik yang lebih baik dari si ibu.
-Mampu mengejan lebih lama tanpa kelelahan pada saat melahirkan
-Mempercepat kembali ke bentuk badan semula setelah persalinan

*) Walau demikian, olahraga harus dilakukan dengan hati-hati karena ada perubahan fisik dan hormon dalam tubuh yang membuat ibu hamil lebih rawan cidera.
Ada banyak olahraga yang cocok untuk wanita hamil diantaranya :
1. Berenang.
2. Aerobic low impact (ringan) dimana pada banyak komunitas ada kelas aerobik ringan pada ibu hamil.
3. Joging dan bersepeda apabila anda sudah biasa melakukannya sejak sebelum hamil.
4. Jalan kaki saat hamil sering dianjurkan, dan biasanya merupakan olahraga pertama yang disarankan pada perempuan hamil yang sebelumnya tidak aktif dan ingin memulai berolahraga.

*) Mengecek detak jantung di sela olahraga perlu dilakukan agar kenaikan tak melebihi batas aman. Sebelum olahraga, pemanasan dengan berjalan kaki 15—20 menit sebaiknya juga dilakukan. Bagaimanapun jangan lupa untuk memberi perhatian pada tanda-tanda yang diberikan tubuh anda.

*) Para ahli tidak menyarankan ibu hamil melakukan olahraga yang memerlukan perubahan posisi tubuh secara cepat maupun butuh kontak fisik. Misalnya badminton, tenis, skating, senam gimnastik, hoki, tinju, sepakbola, dan beladiri.

*) Prinsip olahraga bagi ibu hamil :

1. Memenuhi kebutuhan nutrisi sebelum berolahraga (disarankan makan 1 jam sebelum berolahraga).
2. Memenuhi kebutuhan cairan sebelum dan selama berolahraga
3. Memilih olahraga terbaik sesuai anjuran dokter kandungan atau berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan sebelum berolahraga.
4. Melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
5. Menggunakan pakaian dan alas kai yang nyaman.
6. Berolahragalah pada permukaan yang datar untuk mencegah terjadinya cidera.
7. Jika terdapat floor exercise pada sesi olahraga anda, saat mengganti posisi dari duduk atau tidur kemudian berdiri, lakukanlah dengan perlahan agar tidak pusing.
8. Segera beristirahat bila mengalami kelelahan atau rasa sakit walaupun hanya ringan misalkan pening, mual, dan lain sebagainya.
9. Lakukan pendinginan untuk merelaksasikan otot-otot anda setelah selesai berolahraga selama 10 menit. Pendinginan mungkin tidak begitu penting saat anda tidak hamil karena tidak ada janin dalam tubuh anda. Namun saat hamil hal ini sangnt penting, karena jika anda langsung berhenti setelah banyak bergerak tubuh anda akan kaget dan memberikan pengaruh buruk pada janin
10.Sedapat mungkin didampingi oleh orang lain misalkan suami atau saudara yang bisa memberikan pertolongan jika terjadi sesuatu yang tidak
diinginkan.
11.Berkonsultasi ke dokter kandungan apabila mengalami gangguan kesehatan setelah berolahraga.Adapun beberapa olahraga disamping yang disebutkan di atas, yang aman bagi ibu hamil antara lain :

a. Jalan kaki
Jalan kaki merupakan olahraga yang sangat mudah dilakukan oleh setiap wanita hamil sesibuk apa pun dia. Jika anda pegawai kantor yang umumnya hanya duduk seharian di depan komputer alangkah baiknya sesekali berjalan di ruangan anda, hindari mengambil gagang telepon ataupun peralatan kantor dengan menggerakkan kursi kantor (yang beroda) saja, namun cobalah berjalan untuk mengambilnya. Jika anda hendak mengantarkan memo pada teman kerja di ruang sebelah lebih baik sempatkan berjalan ke ruang kerjanya, jangan hanya mengangkat gagang telepon. Hal ini akan membantu anda berolahraga secara tidak langsung. Jika gedung kantor anda tidak terlalu tinggi (3-4 lantai saja) biasakan menggunakan tangga untuk turun naik semampu anda, namun jika gedung kantor anda cukup tinggi misalkan 5 lantai atau lebih anda dapat berjalan menaiki atau menuruni tangga semampu anda baru menggunakan lift atau escalator untuk mencapai tujuan anda.Memarkir mobil atau sepeda motor agak jauh dari ruang kerja anda kemudian berjalan kaki menuju ruang kerja anda, ataupun berjalan ke jalan protokol tempat anda menunggu angkutan umum juga merupakan cara yang baik untuk berolahraga. Yang perlu diingat, seperti telah disebutkan diatas, jangan melampaui batas kemampuan anda. Beristirahatlah ketika anda memerlukannya.

b. Renang
Boleh dikatakan olahraga ini paling aman untuk ibu hamil. Renang membuat tubuh kencang tanpa membebani dan menekan persendian. Saat berenan, jantung berdetak lebih cepat. Jangan menyelam karena bisa terjadi perubahan tekanan. Selain untuk melenturkan  otot, olahraga  renang juga baik untuk melatih pernafasan agar tidak mudah lelah dan sukses mengejan ketika bersalinan. Renang cukup aman karena beban tubuh saat berada di dalam air jauh lebih ringan dan pada di darat. Berbagai resiko cedera karena olahraga bisa diminiminalkan. Olahraga renang juga sangat baik untuk melatih paru-paru dan jantung. Ibu tidak perlu merasa takut suhu panas tubuh melonjak karena dengan berenang membuat suhu ibu hamil tetap stabil.Tapi meskipun begitu hindari gerakan-gerakan berlebihan saat berenang, selain itu apabila usia kandungan mencapai 7 bulan agar lebih berhati-hati dalam berenang.

sumber : dari berbagai sumber


dipublikasikan : Hismawati ( 10531 01666 10 )